Sabtu, 06 Desember 2014

REALISME ARISTOTELES
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas:
FILSAFAT UMUM
Dosen pengampu: Drs. Ruba’i M.Pd









Di susun oleh :
Isnaeni Alfi Nurfajriah(14.10.834)
Isti Faidatul Amanah (14.10.835)
M Toha Ziaulkhaq(14.10.846)
Hammam Nashiruddin()





JURUSAN PROGRAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
SEKOLAH TINGGI ILMU AL-QUR’AN AN NUR BANTUL
YOGYAKARTA
2014

DAFTAR ISI



DAFTAR ISI    2       
BAB 1     PENDAHULUAN    3       
BAB II    PEMBAHASAN
A.    riwayat hidup Aristoteles    4       
B.    ontologi dan metafisika Aristoteles    5       
C.    teori pengetahuan Aristoteles    5       
D.    etika aristoteles    6       
BAB III  KESIMPULAN    8       
BAB IV    PENUTUP    9       
DAFTAR PUSTAKA    10       




















BAB I
PENDAHULUAN
Istilah realisme berasal dari kata realis yang berarti”sungguh-sungguh, nyata, dan benar. Real berarti yang aktual atau yang ada, kata tersebut menunjuk kepada benda-benda atau kejadian-kejadian yang sungguh-sungguh, artinya yang bukan khayalan atau apa yang ada dalam pikiran. Dalam arti umum, realisme berarti kepatuhan kepada fakta, kepada apa yang terjadi atau nyata.
Sebagian aliran filsafat berpendapat, realisme berpendirian bahwa suatu objek yang ada itu dapat ditangkap pancaindra dan yang konsepnya ada dan memang nyata. Contohnya, Batu yang tersandung dijalan yang baru dialami memang ada. Bunga mawar yang bau harumnya merangsang hidung sungguh-sungguh nyata ada bertengger pada ranting pohonya di ranting bunga. Untuk lebih jelasnya, kami selaku kelompok V akan menyusun sebuah makalah yang membahas tentang realisme aristoteles.





















BAB II
PEMBAHASAN


A.    RIWAYAT HIDUP ARISTOTELES
Ia dilahirkan di Stageria, Yunani Utara pada tahun 384 SM. Ayahnya seorang dokter pribadi di raja Macedonia Amyntas. Ia mewarisi keahliannya dalam pengetahuan empiris dari ayahnya. Pada usia 17 tahun ia dikirim ke Athena untuk belajar di Akademia Plato selama kira-kira 20 tahun hingga plato meninggal. Beberapa lama ia menjadi pengajar di Akademia Plato untuk mengajar logika dan retprika.
Setelah Plato meninggal dunia, Aristoteles bersama rekannya Xenokrates meninggalkan Athena, karena ia tidak dengan pendapat pengganti Plato di Akademia tentang filsafat. Tiba di Assos, Aristoteles dan rekannya mengajar di sekolah Assos. Di sini Aristoteles menikah dengan Pythias. Pada tahun 345 SM kota Assos diserang oleh tentara Persi, kemudian Aristoteles dan kawan-kawannya melarikan diri ke Mytilenen di pulau Lesbos tidak jauh dari Assos.Tahun 342 SM Aristoteles diundang raja Philippos dari Macedonia untuk mendidik anaknya Alexander. Dengan bantuan raja, Aristoteles mendirikan sekolah Lykeion. Beberapa pemikiran Aristoteles:
a)    Ajarannya tentang logika
b)    Ajarannya tentang silogisme
c)    Ajaran tentang pengelompokan ilmu pengetahuan
d)    Ajaran tentang potensia dan dinamika
e)    Ajaran tentang pengenalan
f)    Ajaran tentang etika
g)    Ajaran tentang Negara

B.    ONTOLOGI dan METAFISIKA ARISTOTELES

Metafisika Aristoteles berpusat pada persoalan “barang” dan “bentuk”. Bentuk dikemukakan sebagai pengganti pengertian Idea Plato yang ditolaknya. Bentuk ikut serta memberikan kenyataan kepada benda.  Sedangkan barang adalah sesuatu yang dapat mempunyai bentuk ini dan itu. Barang hanya kemungkinan, bentuk adalah pelaksana dari kemungkinan itu. Dipandang dari sudut itu, segala perubahan tak lain dari pembentukan suatu barang. Segala perubahan itu ada empat sebabnya yang pokok (teori empat causa) yaitu
1.    Penyebab material (causa materialis)
2.    Penyebab formal (causa formalis),
3.    Penyebab final (causa finalis)
4.    Penyebab efisien (causa efficiens)


C.    TEORI PENGETAHUAN ARISTOTELES

logika
Aristoteles terkenal sabagai “bapak” logika, karena Aristoteleslah yang pertama kali membentangkan cara berpikir yang teratur itu dalam suatu sistem. Intisari ajaran logikanya ialah syllogismos. Disalin kedalam bahasa Indonesia boleh disebut silogistik. Silogistik maksudnya uraian berkunci, maksudnya menarik kesimpulan dari kenyataan yang umum atas hal yang khusus yang tersendiri. Jadi dalam mencapai kebenaran tentang suatu hal dengan menarik kesimpulan dari kebenaran yang umum. Contoh:
    Semua orang bakal mati
    Sokrates adalah orang
    Sokrates bakal mati

Aristoteles membagi logika dalam tiga bagian yaitu mempertimbangkan, menarik kesimpulan, dan membuktikan atau menerangkan. Pengertian tentang yang adanya itu dibagi dalam 10 macam yang disebut kategori. Kategori yang 10 itu adalah
1)    Subtansi misalnya manusia, kuda
2)    Kuantita misalnya dua,tiga,panjang
3)    Kualita misalnya putih, beradab
4)    Relasi misalnya dua kali, setengah, lebih besar
5)    Tempat misalnya di pasar, di dalam kulkas
6)    Waktu misalnya kemarin, tahun yang lalu
7)    Sikap, misalnya tidur, duduk
8)    Keadaan, misalnya bersepatu, bersenjata
9)    Kerja misalnya memotong, membakar
10)    Menderita misalnya dipotong, dibakar

Induksi-deduksi
Menurut Aristoteles, pengetahuan manusia hanya dapat dimunculkan dengan dua cara, yaitu induksi dan deduksi. Induksi adalah suatu proses berpikir yang bertolak  pada hal-hal yang khusus untuk mencapai kesimpulan yang sifatnya umum.
contoh:
penawaran gandum besar, harga gandum turun. penawaran wortel besar, harga     wortel turun. jadi, bila penawaran besar, maka harga turun.

Sementara itu, deduksi adalah suatu proses dari putusan umum membentuk putusan umum. contoh:
jika penawaran besar, harga akan turun. karena penawaran gandum besar, maka harga     gandum akan turun.


D.ETIKA ARISTOTELES
Di dalam filsafat Aristoteles etika mendapat tempat yang khusus. Hukum-hukumnya bukan diarahkan kepada suatu cita-cita yang kekal, mutlak dan tanpa syarat di dalam dunia yang mengatasi penginderaan kita tetapi diarahkan ke dunia ini. Hukum-hukum kesusilaan diturunkan dari pengamatan perbuatan-perbuatan kesusilaan.
Menurut pendapatnya, tujuan tertinggi adalah kebahagiaan(eudaimonia). Kebahagiaan adalah suatu keadaan di mna segala sesuatu yang termasuk dalam keadaan bahagia telah berada dalam diri manusia. Jadi, bukan sebagai kebahagiaan subjektif. Kebahagiaan harus sebagai suatu aktivitas yang nyata, dan dengan perbuatannya itu dirinya semakin disempurnakan.

Praxis
    Menurut Aristoteles, praxis adalah partisipasi untuk turut serta merealisasikan diri sebagai makhluk sosial di tengah masyarakat lewat komunikasi aktif atau pergaulan dengan sesama demi mencapai kebahagiaan, dan mencapai tujuan bersama. Manusia itu adalah zoon politikon. Realisasi partisipasi manusia akan semakin utuh lewat kehidupan negara. Manusia bertindak etis melalui segala tindakan dalam rangka kesosialannya, terutama dalam memajukan negara-kota. 

BAB III
KESIMPULAN

•    Istilah realisme berasal dari kata realis yang berarti”sungguh-sungguh, nyata, dan benar. Real berarti yang aktual atau yang ada, kata tersebut menunjuk kepada benda-benda atau kejadian-kejadian yang sungguh-sungguh, artinya yang bukan khayalan atau apa yang ada dalam pikiran. Dalam arti umum, realisme berarti kepatuhan kepada fakta, kepada apa yang terjadi atau nyata.
•    Aristoteles adalah murid Plato. Ia dilahirkan di Stageria (Balkan). Keluarganya adalah orang-orang yang tertarik pada ilmu kedokteran. Beberapa pemikiran Aristoteles:
a)    Ajarannya tentang logika
b)    Ajarannya tentang silogisme
c)    Ajaran tentang pengelompokan ilmu pengetahuan
d)    Ajaran tentang potensia dan dinamika
e)    Ajaran tentang pengenalan
f)    Ajaran tentang etika
g)    Ajaran tenytang Negara
•    Metafisika Aristoteles berpusat pada persoalan “barang” dan “bentuk”.
•    Intisari ajaran logikanya ialah syllogismos. Disalin kedalam bahasa Indonesia boleh disebut silogistik.











BAB IV
PENUTUP
    Demikian sedikit makalah dari kami pastilah banyak kekurangan dari makalah ini. Tetapi kami berharap   makalah ini bisa menambah wawasan kita semua.
kurang lebih kami mohon maaf.





























DAFTAR PUSTAKA

Prof.DR.AHMAD TAFSIR. Filsafat Umum, Akal dan Hati Sejak Thales sampai Capra. (Bandung:PT.Remaja Rosdakarya,2012)

Achmadi, Asmoro.Filsafat Umum. (Jakarta:PT Raja Grafindo, 2011)

Muzairi, M.Ag.Filsafat Umum.(Yogyakarta:PT Teras, 2009)

Hatta,Mohammad.Alam Pikiran Yunani.(Jakarta:PT Tintamas Indonesia,1980)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar