SEJARAH DAN
PERKEMBANGAN ILMU AKHLAK
Makalah ini disusun guna memenuhi tugas:
Mata Kuliah : Akhlak Tasawuf
Dosen pengampu : Qowim Musthofa, M. Hum

Disusun oleh :
Eka Suryaningsih
Faikhatun Arizah
Isnaeni Alfi Nur Fajriyah
(14.10.822)
(14.10.825)
(14.10.834)
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
JURUSAN TARBIYAH
SEKOLAH TINGGI
ILMU AL-QUR’AN AN NUR BANTUL
YOGYAKARTA
2015
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL .......................................................................... i
DAFTAR ISI ....................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ......................................................................... 1
B. Rumusan Masalah.....................................................................
1
C. Tujuan Penulisan.......................................................................
1
BAB II PEMBAHASAN
A. Sejarah Perkembangan Akhlak Pada Masa Yunani.................. 2
B. Sejarah Akhlak pada Abad Pertengahan.................................. 5
C. Sejarah Akhlak pada Bangsa Arab Sebelum Islam................... 5
D. Sejarah Akhlak pada Bangsa Arab Setelah Islam..................... 6
E. Sejarah Akhlak pada Zaman Baru............................................ 7
BAB III PENUTUP
A.
Kesimpulan............................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA.......................................................................... 11
BAB 1
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Kata akhlak (etika) dalam pendekatan bahasa sebenarnya sudah dikenal
manusia di muka bumi ini.Yaitu, yang dikenal dengan istilah adat istiadat atau tradisi
yang sangat dihormati oleh setiap individu, keluarga dan masyarakat.pembahasan akhlak sudah muncul ketika manusia pertama kali
menginjakkan kaki di muka bumi ini. Karena ketika menciptakan Adam dan
menempatkannya di bumi, Allah SWT telah memberinya pelajaran tentang akhlak,
perintah, dan larangan kaitannya dengan interaksi antar sesama.
Dalam kaitan ini pula, Franz Magnis Suseno mengatakan bahwa secara
historis etika, sebagai usaha filsafat yang lahir dari kemerosotan tatanan
moral di lingkungan kebugayaan Yunani 2500 tahun lalu.Karena
pandangan-pandangan lama tentang baik dan buruk tidak lagi di percaya, para
filsuf mempertanyakan kembali norma-norma dasar bagi kelakuan manusia.Pada pembahasan ini kami akan menjelaskan tentang sejarah perkembangan ilmu
akhlak dari zaman Yunani , Pra-Islam, Islam dan setelahnya.
B.
Rumusan Masalah
1.
Bagaimana
perkembangan Akhlak pada Zaman Yunani?
2.
Bagaimana
perkembangan Akhlak pada Pra-Islam?
3.
Bagaimana
perkembangan Akhlak pada Masa Islam?
4.
Bagaimana
perkembangan Akhlak pada Zaman Baru?
C.
Tujuan
1.
Untuk
mengetahui bagaimana sejarah perkembangan ilmu akhlak sebelum Islam
2.
Untuk
mengetahui perkembangan ilmu akhlak pada masa datangnya Islam
3.
Untuk
mengetahui perkembangan ilmu akhlak masa Moderen.
BAB II
PEMBAHASAN
Akhlak adalah suatu kondisi jiwa yang menyebabkan ia bertindak
tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan yang mendalam.[1]Maka
bila sifat itu memunculkan perbuatan baik dan terpuji menurut akal dan syariat
maka sifat itu disebut akhlak yang baik, dan bila yng muncul dari sifat itu
perbuatan buruk maka disebut akhlak yang buruk.[2]
Ilmu akhlak dapat pula disebut sebagai ilmu yang berisi pembahasan
dalam upaya mengenal tingkah laku manusia, kemudian memberikan nilai atau hukum
kepada perbuatan tersebut yaitu apakah perbuatan tersebut tergolong baik atau
buruk. Ruang lingkup pembahasan
Ilmu Akhlak adalah membahas tentang perbuatan-perbuatan manusia,
kemudian menetapkannya apakah perbuatan tersebut tergolong perbuatan yang baik
atau perbuatan yang buruk.[3]
Ilmu akhlak berfungsi memberikan panduan kepada manusia agar mampu
menilai dan menentukan suatu perbuatan untuk selanjutnya menetapkan bahwa
perbuatan tersebut termasuk perbuatan yang baik atau yang buruk. Selanjutnya
ilmu akhlak juga berkembang dari zaman yunani sampai zaman sekarang.
A. SEJARAH
PERKEMBANGAN AKHLAK PADA ZAMAN YUNANI
1.
Tokoh-tokoh
Sofistik (500-450 SM)
Sebelum kemunculan tokoh-tokoh Sofistik, akhlak kurang
diperhatikan.Setelah mereka muncul mereka adalah ahli filsafat dan menjadi guru
di beberapa negeri. Walaupun berbeda-beda pikiran dan pendapat mereka memiliki
tujuan yang sama, yaitu menyiapkan angkatan muda bangsa Yunani untuk menjadi
nasional yang baik, merdeka, dan mengetahui kewajiban mereka terhadap tanah
airnya.
2.
Socrates
(469-399 SM)
Ia melakukan penyelidikan terhadap akhlak dan hubungan
antarmanusia. Ia didaulat sebagai perintis ilmu akhlak Yunani yang pertama. Ia
berpendapat bahwa akhlak dalam kaitannya dengan hubungan antar manusia harus
didasarkan pada ilmu. Tidak ditemukan pandangannya tentang tujuan akhir akhlak
atau ukuran yang digunaknan untuk menilai suatu perbuatan apakah baik atau
buruk.Oleh karena itu, tidak heran jika kemudian bermunculan berbagai pendapat
tentang tujuan akhlak walaupun sama-sama didasarkan pada Socrates.
3.
Cynics dan Cyrenics
Diantara ajaran cynics adalah bahwa Tuhan dibersihkan dari segala
kebutuhan dan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang memiliki perangai akhlak
ketuhanan. Dengan akhlak ketuhanan ini, seseorang sedapat mungkin
meminimalisasi kebutuhan dan terbiasa dengan hidup sederhana. Adapun kelompok
cyrenaics berpendapat bahwa mencari kebahagiaan dan menjahui kepedihan adalah
satu-satunya tujuan hidup yang benar.
4.
Plato
Pandangan plato mengenai akhlak didasarkan pada teori ”model”
(paradigma). Ia berpendapat bahwa di balik alam ini ada alam rohani (alam
ideal) yang terdapat bermacam-macam kekuatan. Keutamaan muncul dari
pertimbangan kekuatan tersebut dan tunduknya kekuatan pada hokum akal. Ia pun
berpendapat bahwa prinsip-prinsip keutamaan ada empat yaitu hikmah atau
kebijaksanaan, keberanian,keperwiraan. Dan keadilan.
5.
Aristoteles
Di antara beberapa pendapatnya tentang akhlak adalah sebagai
berikut:
a. Tujuan tarakhir yang dikehendaki manusia dalam semua tindakannya
adalah “bahagia”.
b. Jalan mencapai kebahagiaan adalah mempergunakan kekuatan akal
pikiran dengan sebaik-baiknya.
c. Keutamaan itu terletak di tengah-tengah, di antara dua keburukan.
Dermawan misalnya adalah ditengah-tengah antara boros dan kikir, keberanian
adalah ditengah-tengah antara membabibuta dan takut dan lain-lain.[4]
6.
Stoics dan Epicurics
Stoics dan Epicurics berbeda dengan para pendahulunya dalam
penyelidikan akhlak. Stoics berpendirian sebagaimana paham Cynics yang
pandangannya telah dikemukakan diatas. [5]
Epicurics mendasarkan pelajarannya pada paham kelompok Cyrenics.Filsafat
Epikurus bertujuan menjamin kebahagiaan manusia. Di antara ajarannya adalah:
a.
Manusia tidak
dapat tenang karena takut pada dewa-dewa, dan takut kepada mati dan nasib.
b.
Manusia tidak
perlu takut karena dewa-dewa yang menikmati kebahagiaan yang kekal tidak
mengganggu.
c.
Mati juga tidak
perluditakutkan karena mati berarti tidak menderita.
d.
Nasib manusia
ditentukan oleh manusia sendiri. Kalau manusia mempunyai ketenangan batin,
manusia dapat mencapai tujuan hidupnya.
e.
Tujuan hidup
manusia adalah hedone (kenikmatan,
kepuasan).
Keseluruhan
ajaran yang dikemukakan para pemikir yunani tersebut tampak bersifat
rasionalistik. Penentuan baik dan buruk berdasarkan pada pendapat akal pikiran
yang sehat dari manusia. Karenanya tidaklah salah kalau dikatakan bahwa ajaran
akhlak yang dikemukakan para pemikir Yunani ini bersifat anthropocentris. Pendapat akal yang demikian dapat saja diikuti
sepanjang tidak bertentangan dengan Al-Quran dan Al-Sunnah.
7.
Agama Nasrani
Pada akhir abad ketiga Masehi, tersiarlah agama Nasrani di
Eropa.Agama itu dapat mengubah pemikira manusia dan membawa pokok-pokok akhlak
yang tercantum dalam Taurat.Agama memberi pelajaran bahwa Tuhan merupakan
sumber segala akhlak sebagai patokan yang harus kita pelihara dalam bentuk
interaksi diantara kita dan Tuhanlah yang menjelaskan baik dan buruk.
Menurut para filsuf yunani pendorong untuk melakukan perbuatan baik
adalah ilmu pengetahuan atau kebijaksanaan, sedangkan menurut agama
Nasrani,pendorong untuk melakukan perbuatan baik adalah cinta kepada Tuhan dan
iman kepada-Nya.
B. SEJARAH AKHLAK
PADA ABAD PERTENGAHAN
Pada abad pertengahan di kuasai oleh gereja.Gereja berkeyakinan
bahwa kenyataan “hakikat” telah diterima dari wahyu.Apa yang telah
diperintahkan oleh wahyu tentu benar. Oleh karena itu, tidak ada artinya
penggunaan akal dan pikiran untuk kegiatan penelitian.Ajaran akhlak yang lahir
di Eropa pada abad pertengahan adalah ajaran akhlak yang di bangun dari
perpaduan antara ajaran Yunani dan ajaran Nasrani.[6]
C. SEJARAH AKHLAK
PADA BANGSA ARAB SEBELUM ISLAM
Bangsa arab pada zaman jahiliyyah tidak menonjol dalam segi
filsafat sebagaimana bangsa yunani. Hal ini karena penyelidikan terhadap ilmu
terjadi hanya pada bangsa yang sudah maju pengetahuannya. Sekalipun demikian,
bangsa arab pada waktu itu mempunyai ahli-ahli hikmah dan syair-syair yang
mengandung nilai-nilai akhlak. Dapat dipahami bahwa bangsa arab sebelum islam
telah memiliki kadar pemikiran yang minimal pada bidang akhlak, pengetahuan
tentang berbagai macam keutamaan dan mengerjakannya, walupun nilai yang
tercetus leqwat syair-syairnya belum sebanding dengan kata-kata hikmah yang di
ucapkan oleh filsuf-filsuf Yunani Kuno. Dalam syariat-syariat mereka tersebut
sudah ada muatan-muatan akhlak.
D. SEJARAH AKHLAK
PADA BANGSA ARAB SETELAH ISLAM
Islam datang mengajak manusia untuk percaya kepada Alloh SWT, yang menjadi sumber segala sesuatu
yang ada di seluruh alam. Dengan kekuasaan-Nya segala yang ada di dunia dan di
langit, semuanya berjalan secara beraturan menurut ketentuan-Nya.Sebagaimana
halnya Alloh SWT telah menetapkan aturan yang harus diikuti manusia, seperti
kebenaran dan keadilan, juga menjauhi segala perbuatan yang di larang, seperti
dusta dan kezaliman.Keterangan tersebut di jelaskan dalam firman Alloh SWT, Qur’an
surat an-Nahl ayat 30 yang artinya” sesungguhnya Alloh menyuruh kamu berlaku
adil dan berbuat kebajikan memberi bantuan kepada kerabat, dan Dia melarang
melakukan perbuatan keji kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran
kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.
Dalam Islam, tidak diragukan lagi bahwa Nabi Muhammad SAW adalah
nabi yang di utus untuk menyempurnakan
akhlak. Akan tetapi tokoh pertama yang menulis ilmu akhlak dalam Islam masih
diperbincangkan .berikut ini akan dikemukakan beberapa teori.
1.
Ali bin Abi
Tholib, berdasarkan sebuah risalah yang di tulis untuk putranya Al-Hasan, setelah
kepulangannya dari perang shiffin. Dan kandungnya terdapat dalam kitab
Nahj Al-Balaghoh.
2.
Isma,il bin
Mahran Abu An-Nashr As-Saukani pada abad ke-2 H,beliau menulis kitab Al mukmin wa Al-Fajir.
3.
Ja’far bin
Ahmad Al-Qummi, penulis kitab Al-Mani’at
min Dukhul Al-Jannah pada abad
ke-3H.
4.
Ar-Rozi
(250-313H) dalam kitab Ath- Thibb Ar-Ruhani (kesehatan), walaupun masih ada filsof lain seperti
Kindi, Ibnu Sina.
5.
Ali bin Ahmad Al-Kufi.menulis
kitab Al-Adab dan Makarim Al- Akhlak.
6.
Warrom bin Abi
Al-Fawaris menulis kitab Tanbih
Al-Khathir wa Nuzhah An- Nazhir.
7.
Syehk Khowajah
Nazhir Ath-thusi menulis kitab Al-Akhlak
an-Nashriyyah wa Awshaf Asy-Asraf wa Adab Al-Muta’allimin.[7]
E. SEJARAH AKHLAK
PADA ZAMAN BARU
Pada akhir abad ke-15 Masehi, Eropa mulai mengalami kebangkitan
dalam bidang filsafat, ilmu pengetahuan dan teknologi. Segala sesuatu yang
selama ini dianggap mapan mulai diteliti, dikritik dan diperbaharui, hingga
akhirnya mereka menerapkan pola bertindak dan berpikir secara liberal. Diantara
masalah yang mereka kritik dan dilakukan pembaharuan adalah masalah akhlak.
Penentuan patokan baik dan buruk yang semula didasarkan pada dogma greja diganti
dengan berdasarkan pandangan ilmu pengetahuan yang didasarkan pada pengalaman
empirik. Banyak tokoh pemikir akhlak
yang lahir pada abad baru ini diantaranya:
1.
Descartes
(1596-1650)
Adalah
seorang ahli filsafat prancis yang telah meletakan dasar-dasar baru bagi ilmu
pengetahuan dan filsafat, diantaranya:
a.
Tidak menerima
sesuatu yang belum diperiksa oleh akal dan penelitian empiric. Apa yang
didasarkan pada sangkaan semata dan tumbuh dari kebiasaan wajib ditolak.
b.
menyelidiki dari hal yang terkecil dan kemudian
ke arah yang lebih komplek.
c.
Menetapakan
kebenaran harus di uji terlebih dahulu .
2.
Jhon of
Salisbury (1120-1180M).
Beliau
adalah filsuf Inggris yang hidup pada tahun 1120-1180 M. Jhon of Salibus
terkenal daengan uraiannya yang menjelaskan bahwa kekuatan spiritual berada di
atas kekuatan duniawi. Oleh karena itu , ia menjadi pendukung gereja,
berbicaara mewakili gereja, membela, menyerang kekuasaan dunia dan menggambarkannya
sebagai pengikut spiritual pendapatnya diabadikan pada buku-bukunya. Bukunya yang
paling masyhur berjudul Stateman’s Book. Buku
ini membicarakan tentang dua pedang kekuasaan yaitu, pedang fisik dan pedang
spiritual .keduanya bersumber pada gereja dan harus kembali kepadanya .
3.
Bentham
(1748-1832 ) dan Stuart Mill (1806-1873 ).
Keduanya
termasuk tokoh yang banyak terpengaruh oleh pemikiran Epicurus dengan cara mengubahnya menjadi paham utilitarianism
yaitu paham yang semula didasarkan pada kebahagiaan yang bersifat
individualistic kepada kebahagiaan yang bersifat universalistik.
4.
Thomas Hill
Green (1836-1882 ) dan herbert Spencer (1820-1903 )
Kedunya
mengaitkan paham evolusi dengan akhlak. Di antara pemikiran akhlak Green
adalah;
a.
Manusia dapat
memahami suatu keadaan yang lebih baik dan dapat menghendaki ,sebab ia adalah
perilaku moral.
b.
Manusia dapat
melakukan realisi diri karena ia adalah subjek yang sadar diri, reproduksi dari
kesadaran diri yang abadi.
c.
Cita-cita
keadaan yang lebih baik adalah ideal.
d.
Ide menjadi
pelaku bermoral dalam kehidupan manusia.
5.
Spinoza
(1632-1677), Hegel (1770-1831), dan Khat (1724-1831)
Dalam
buku etika yang berjudul Ethica Ordine Geometrico Demonstrata yang bertujuan untuk
mengurangi penderitaan orang-orang yang menganut suatu keyakinan.Sementara
menurut Kant menyakini adanya kesusilaan.Titik berat etikanya adalah rasa
kewajiban (panggilan hati nurani) untuk melakukan sesuatu berpangkang pada
budi.
6.
Viktor Causin
(1729-1867) dan August Comte (1798-1857)
Menurut
Causin pemikirannya bahwa dasar Metafisika adalah pengamatan yang hati-hati dan
analisis atas fakta-fakta tentang kehidupan sadar.Sedangkan August dijuluki
dengan bapak sosiologi yang terkenal sebagai orang pertama yang mengaplikasikan
metode ilmiah dalam ilmu social.
7.
Pasca Mill dan
Spencer
Sejak mill dan
spencer hingga sekarang penelitian tentang akhlak hanya menjelaskan teori-teori
sebagaiman diutarakan di atas. Dengan kata lain belum di temukan teori-teori
lain.[8]
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
A. Sejarah Perkembangan Akhlak padab Zaman Yunani.
1.
Tokoh-Tokoh
Sofistik (500-450)
2.
Sockrates
(469-399)
3.
Cynics dan
Cyrenics.
4.
Plato (427-347)
5.
Aristoteles (9394-322)
6.
Stoics dan
Epicuris
7.
Agama Nasrani
B. Akhlak pada
Abad Pertengahan
C. Sejarah Akhlak
pada Bangsa Arab sebelum Islam
D. Sejarah Akhlak
pada Masa setelah Islam
E. Barat
(Zaman Baru).
1.
Descartes
(1596-1650)
2.
Jhon of
Salisbury (1120-1180 M).
3.
Bentham
(1748-1832) dan Stuart Mill (1806-1873)
4.
Thomas Hill
Green (1836-1882) dan Herbert Spencer (1820-1903)
5.
Spinoza
(1632-1677), Hegel (1770-1831), Khant (1724-1831)
6.
Victor Cousin
(1792-1867), August Comte (1798-1857)
7.
Pasca Mill dan
Spencer.
DAFAR
PUSTAKA
Anwar, Rosihon,akhlak tasawuf, Bandung: CV Pustaka Setia, 2010
Khoiri,
Alwan, Tulus Mustofa dkk, Akhlak Tasawuf,
Yogyakarta: Pokja Akademik UIN Sunan Kalijaga, 2005
Mustaqim,
Abdul, Akhlak Tasawuf, Yogyakarta: Kreasi
Wacanan,2007
Nata, Abuddin, Akhlak
Tasawuf dan Karakter Mulia, Jakarta: PT Raja Grafindo Prasada, 2013
[1]
H.Abdul Mustaqim, Akhlak Tasawuf(kreasi
wacanan Yogyakarta, 2007)hlm.2
[2]
Alwan Khoiri, Tulus Mustofa dkk, Akhlak
Tasawuf (Pokja Akademik UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2005). Hlm. 6.
[3] H.
Abuddin Nata, M.A Akhlak Tasawuf dan
Karakter Mulia (PT Raja Grfindo Persada Jakarta, 2013) hlm.6-7
[4]
H.Abdul Mustaqim, Akhlak Tasawuf. op.cit.
hlm. 54
[5] Ibid., hlm. 55.
[6]
Rison Anwar, Akhlak Tasawuf (CV
PUSTAKA SETIA, Bandung 2010) hlm.56
[7] Ibid., hlm.57-60
[8]
Rison Anwar, Akhlak Tasawuf (CV
PUSTAKA SETIA, Bandung 2010) hlm.60-65.
jalok nmer hp ne ,,,, aq cah stiq annur jugha
BalasHapus